Jumat, 12 Agustus 2011
Tulang Umat Islam dan bulan Ramadhan
Umat Islam oleh Rasulullah saw sering diibaratkan laksana satu tubuh. Bila anggota tubuh yang lain sakit, maka anggota tubuh lainnya ikut merasakan sakitnya pula.
Sebagai satu tubuh, darah, daging dan tulang umat ini tentunya juga dapat diberikan permisalan.
Permisalan apakah gerangan yang paling tepat untuk TULANG UMAT ISLAM...?
Oleh Al Alim Abdul Muiz Karim memberi permisalan sebagai berikut :
Tulang Umat Islam adalah Individu/person-person umat islam yang bertaqwa. Dalam kaitannya dengan Puasa, diokatakan bahwa puasa adalah untuk menjadikan setiap person umat islam mencapai derajat taqwa. dengan kata lain setiap person dari umat ini haruslah menjadi tulang penguat bagi umat Islam. Tidak boleh ada satu orangpun dari umat ini yang justru menjadi 'duri dalam daging'. Itu tulang yang pertama.
Tulang yang kedua adalah amar ma'ruf nahi munkar dalam tubuh umat. dalam kaitan ini Allah SWT berfirman : Wal takun minkum ummatun yad'uuna ilal khair wa ya'muruuna bil ma'ruufi wa yanhauna anil munkari..." hendaklah ada bagian dari umat ini yang berdiri menyeru kepada Islam, beramar ma'ruf nahi munkar..."
Pada titik inilah, amar ma'ruf nahi munkar dipermisalkan sebagai tulang umat islam.
Dan tulang yang ketiga umat islam adalah pemimpin umum ummat islam yang dibaiat oleh umat untuk menerapkan Islam pada umat dan menyebarkan islam keseluruh dunia. Tulang inilah yang dalam ilmu fiqhi biasa disebut sebagai Imam atau Khalifah. Pemimpin umat islam hakekatnya adalah penanggungjawab umum atas akidah dan syariat yang diwajibkan Allah atas mereka.
Tulang yang ketiga inilah yang telah patah. sehingga tubuh ummat menjadi sakit sekali.
Tulang yang ketiga inilah yang tidak berfungsi sehingga dimana-mana kondisi umat islam laksana buih yang diombang-ambingkan oleh gelombang kedzaliman.
Bulan ramadhan 1432 H telah tiba kembali ditahun ini, mari menjadikannya sebagai momen untuk membangun setiap tulang umat agar kembali kuat dan berjaya. Artinya : Setiap kita yang beriman harus bisa menjadi bertaqwa, kemuadian ditengah-tengah kita harus selalu ada amar ma'ruf nahi munkar dan yang ketiga setiap umat harus berjuang mengembalikan tulang yang patah itu yakni kepemimpinan umum umat islam didunia ini untuk menerapkan Islam secara keseluruhan dalam kehidupan nyata.
Dengan demikian Bulan ramadhan yang mulia menjadi lebih bermakna. Wallahu a'lam bis shawab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar